Lewat Djam Malam (1954): Kritik Super Tajam

Apa memang tidak pernah ada tempat buat orang-orang baik, jujur, berani, dan setia, di Indonesia?
Jika anda ingin tahu sebab dan bagaimana caranya Republik ini bisa porak-poranda seperti sekarang, anda cukup mengintip lewat film ini. Skenario Asrul Sani luar biasa gamblang membongkar kedok para mantan tentara negeri yang sesudah ‘purnawira’ beralih profesi jadi pemeras, perampok, pembunuh, preman, cukong, dan germo, dengan tanpa malu mengatasnamakan revolusi dan nasionalisme. Seorang ‘pahlawan perang’ yang masih punya nurani seperti Iskandar hanya jadi manusia bingung yang sulit beradaptasi, sulit mencari pekerjaan. Dan saat ingin menghapus jejak darah di tangannya, akhirnya malah hanya makin menambah panjang daftar dosa.
Oh, menurut anda Indonesia tidak rusak?
Silakan, anda berhak berpendapat. Nikmati saja hidup anda yang ‘damai dan menyenangkan’, berdansa-dansi sepanjang malam seperti teman-teman Norma, tunangan Iskandar.
Atau hidup di alam mimpi, seperti Laila, pelacur yang dimaki ‘miring’. Setengah edan.
Banyak penonton wanita menertawakan sosok Laila. Mungkin menganggap tokoh ini kartunik, menyedihkan, perempuan hina penggoda pria dengan nyanyian melankolis jadulnya; tanpa sadar bahwa hingga detik ini masih terlalu banyak perempuan Indonesia yang lebih suka hidup dalam ‘princess syndrome‘. Berangan hidup di rumah indah, berperabot impor serba mewah. Bercita-cita jadi ibu rumah tangga cantik bergaun anggun, berperhiasan mahal. Hidup menadah tangan pada kaum pria, tanpa peduli dari mana dan bagaimana sang pria memperoleh uangnya. Tanpa peduli jadi istri urutan berapa. Entah istri sah atau seperempat sah.
Tidak banyak bedanya kan dengan Laila? Seorang pelacur setengah gila?
Kelemahan film ini terletak pada endingnya yang sangat sederhana, mungkin bisa dimaafkan sebagai produk jamannya, dan tata cahaya yang cukup kacau pada adegan-adegan indoor hingga anda bisa melihat bayangan boom mic berseliweran. Selebihnya, film ini bagus. Bukan hanya karena nilai sejarahnya. Film ini bagus karena berani memotret secara jujur wajah asli bangsa kita.

My Rating: 10/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s