‘Hasduk Berpola’: Film Anak Yang Hampir Berhasil Jadi Film (Anak)

hasdukFilm ini dimulai dengan nyaris sempurna sebagai sebuah film anak–film anak cowok pada khususnya. Budi, yang kelakuannya lebih sering kurang berbudi, tapi kadang bisa baik hati juga, adalah seorang protagonis layar perak yang luar biasa realistis. Sok jago, genit, tengil. Mustahil untuk tidak jatuh hati padanya. Dunia Budi adalah dunia anak Indonesia sebenarnya. Dunia film Indonesia sejati.
Namun setelah itu dunia sinetron mulai merembes masuk perlahan lewat sosok Ibunya Budi yang termehek-mehek dengan kuah rawon dan nostalgia almarhum Ayah Budi. Bening adiknya Budi, yang termehek-mehek dengan sprei Barbienya, kakak-kakak Pembina berwajah covergirl dan coverboy, adegan pesan iklan titipan sponsor, lalu satu-satunya toko yang menjual hasduk di Bojonegoro adalah toko seorang encik judes yang harga barangnya tidak bisa ditawar.
Bud, kalau kamu sudah beberapa hari kerja keras jadi kuli panggul bawang di pasar tapi uangmu masih kurang Rp.2500 buat beli hasduk, kamu cuma perlu kerja satu-dua hari lagi dan hasduk itu pasti akan terbeli kan? Kenaikan harga hasduk itu tidak secepat kenaikan harga bawang kok!
Dan dunia anak, dunia film, dunia Budi, semakin sarat beban dengan melankoli Mbahnya Budi sang mantan pejuang kemerdekaan yang ternyata juga harus bersedu-sedan dengan masa lalu.
Hasduk Berpola, awalnya, hampir berhasil bercerita tentang nasionalisme tanpa menggurui, tapi akhirnya toh harus menyerah pada adegan hormat bendera dan nyanyi lagu kebangsaan bersama-sama.

My Rating: 6/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s